5 Produk AI Buatan OpenAI Selain ChatGPT

Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin berkembang pesat di dunia saat ini. Telah banyak tersedia berbagai produk AI yang dibuat untuk mempermudah kehidupan manusia. OpenAI adalah salah satu perusahaan teknologi yang terkenal karena telah mengembangkan ChatGPT.

Tapi, tahukah kamu bahwa mereka sebenarnya telah mengembangkan banyak produk AI selain ChatGPT? Artikel ini akan berisi bahasan tentang beberapa produk AI buatan OpenAI tersebut, yaitu DALL-E, Whisper, dan AI Text Classifier.

Produk AI Buatan OpenAI

1. DALL-E

DALL-E adalah produk AI yang dikembangkan oleh OpenAI pada bulan Januari 2021. Nama “DALL-E” sendiri terinspirasi dari nama seniman terkenal Salvador Dalí dan tokoh film Pixar, WALL-E.

DALL-E merupakan salah satu inovasi terbaru di bidang kecerdasan buatan yang berfokus pada menciptakan karya visual berdasarkan deskripsi teks pengguna. Dengan menggunakan AI ini, pengguna dapat menghasilkan gambar-gambar yang sangat realistis dan detail, bahkan dengan objek yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

Model DALL-E menggunakan teknologi GPT yang sama dengan model ChatGPT OpenAI. Model ini telah melalui berbagai tahap pelatihan dengan menggunakan dataset yang luas yang terdiri dari gambar dan teks dari berbagai sumber.

DALL-E bekerja dengan menerima deskripsi teks sebagai input, kemudian AI mereka akan berusaha untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan deskripsi tersebut. Saat ini, DALL-E telah berkembang menjadi DALL-E 2 yang mampu menghasilkan gambar yang lebih realistis dan akurat dengan resolusi 4x lebih besar.

2. Whisper

Whisper adalah teknologi AI buatan OpenAI lainnya yang diluncurkan pada 21 September 2022. Teknologi ini mampu melakukan pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR) berbasis internet yang menggunakan 680.000 jam data suara sebagai dasar pengembangannya.

Whisper dapat membantu mengurangi kebisingan dalam video, sehingga video menjadi lebih jernih dan mudah dimengerti. Produk ini juga dapat membantu meningkatkan keamanan dan privasi pengguna dengan menghilangkan suara dari video yang mungkin tidak ingin didengar orang lain.

Kelebihan lain dari Whisper adalah kemampuannya untuk membantu pengguna dalam melakukan transkripsi bahasa asing, termasuk kemampuan penerjemahan otomatis menjadi bahasa Inggris yang alami dan komprehensif.

3. Codex

Codex merupakan tools AI buatan OpenAI yang berfungsi untuk menerjemahkan bahasa alami menjadi kode. Singkatnya, ini merupakan platform pemrograman berbasis AI.

Nama platform ini diambil dari kata “code” dalam bahasa Inggris, yang sesuai dengan kemampuan utama Codex untuk memahami kode komputer dan menghasilkan kode yang sesuai berdasarkan teks dan pertanyaan yang diberikan.

Pada tanggal 10 Agustus 2021, Codex dirilis dengan kemampuan untuk menginterpretasikan perintah sederhana dalam bentuk teks, kemudian menghasilkan kode pemrograman yang dapat digunakan oleh pengguna.

Model yang digunakan Codex merupakan turunan dari GPT-3, dan data pelatihannya berisi bahasa alami serta miliaran baris kode sumber dari sumber yang tersedia untuk umum, termasuk kode di repositori GitHub publik.

Kemampuan utama Codex adalah bahasa pemrograman Python. Namun, kamu juga bisa menggunakan Codex untuk bahasa lainnya seperti JavaScript, Go, Perl, PHP, Ruby, Swift dan TypeScript, dan Shell.

4. CLIP (Contrastive Language-Image Pre-Training)

CLIP adalah teknologi AI dari OpenAI yang kemampuan untuk memproses data-data dengan jenis berbeda. Kamu bisa menggunakan CLIP untuk menghubungkan kata dengan gambar untuk menciptakan takarir yang mendeskripsikan gambar yang kamu input dengan akurat.

Contohnya saat kamu menginput “Kucing”, maka CLiP akan menemukan gambar-gambar kucing yang relevan. CLIP dapat melakukan tugas seperti pencarian gambar, memahami konten teks, dan bahkan membantu dalam pekerjaan seperti pengenalan wajah atau pengecekan konten online.

5. AI Text Classifier

Sesuai dengan namanya, AI Text Classifier adalah produk AI yang digunakan untuk mengklasifikasikan teks ke dalam kategori tertentu. Mudahnya, produk ini berfungsi untuk mengetahui apakah karya tersebut buatan manusia atau AI pada sebuah teks.

AI Text Classifier menggunakan model bahasa yang disesuaikan dengan kumpulan data pasangan teks tulisan manusia dan teks tulisan AI pada topik yang sama. OpenAI mengumpulkan data tersebut dari berbagai sumber, seperti data pra-pelatihan dan demonstrasi manusia mengenai perintah yang dikirimkan ke InstructGPT.

Namun, saat ini AI Text Classifier tidak tersedia karena tingkat akurasinya yang rendah. OpenAI sedang meneliti teknik asal teks yang lebih efektif dan telah membuat komitmen untuk mengembangkan mekanisme yang memungkinkan pengguna memahami apakah konten audio atau visual dihasilkan oleh AI.

Sebenarnya masih terdapat banyak produk AI buatan OpenAI lainnya, kamu bisa membuka laman Research index milik OpenAI untuk melihat produk lainnya.

Pro dan Kontra Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendapatkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat. Karena memang produk-produk yang berbasis AI dapat membawa dampak besar bagi kehidupan manusia.

Di satu sisi, ada pendapat bahwa kehadiran AI memiliki manfaat besar dalam berbagai bidang, seperti peningkatan efisiensi, produktivitas, dan inovasi di sektor industri. Kecerdasan buatan juga dianggap memiliki potensi untuk memberikan solusi baru dalam banyak masalah sosial dan lingkungan.

Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran tentang dampak negatif dari AI, terutama terkait dengan pengurangan jumlah tenaga kerja karena otomatisasi yang dilakukan AI. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kerugian finansial dan meningkatnya kesenjangan sosial. Kemudian, terdapat juga risiko keamanan data, privasi, dan kemungkinan adanya bias dan diskriminasi yang terkait dengan penggunaan algoritma AI.

Dari berbagai opini yang berbeda, perlu dicatat bahwa AI adalah teknologi yang kompleks. AI membutuhkan pengaturan dan pengawasan yang masif untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi manfaatnya.

Tinggalkan Komentar