5 Aplikasi Investasi Reksadana yang Aman dan Terpercaya

Aplikasi Investasi Reksadana

Di era perkembangan teknologi yang sangat canggih ini, banyak sekali layanan digital yang bisa kita dapatkan melalui genggaman ponsel.

Saat ini, perusahaan investasi kian berlomba-lomba untuk menciptakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi secara online.

Aplikasi investasi tersebut mampu mendorong para generasi muda untuk mulai berinvestasi di berbagai instrumen, salah satunya adalah reksadana.

Terlebih lagi banyak sekali aplikasi investasi reksadana dengan minimal pembelian 10 ribu saja, sehingga cocok sekali untuk pemula yang baru mengenal investasi.

Mengenal Reksadana

Mengenal Reksadana

Sebelum memulai investasi reksadana, ada baiknya jika Kamu mengenal terlebih dahulu instrumen investasi yang ingin Kamu gunakan.

Hal ini sangat berguna untuk meminimalisir risiko Kamu dalam berinvestasi, sehingga sebisa mungkin tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari investor, yang kemudian dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi.

Reksadana dirancang untuk orang-orang yang ingin berinvestasi namun hanya memiliki waktu dan keahlian yang terbatas.

Kamu bisa menggunakan reksadana sebagai sarana investasi pertamamu, karena dengan menggunakan reksadana Kamu bisa berinvestasi mulai dari 10 ribu saja.

Jenis-Jenis Reksadana

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi pada instrumen pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Instrumen yang diinvestasikan pada reksadana pasar uang dapat berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia, dan surat berharga pasar uang.

Reksadana pasar uang cocok bagi pemula karena memiliki risiko yang paling rendah jika dibandingkan dengan reksadana jenis lain.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan minimal 80% aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi.

Jika Kamu ingin memiliki return yang lebih stabil dengan tingkat risiko yang moderat, maka reksadana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk Kamu.

3. Reksadana Campuran

Sesuai dengan namanya, reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang melakukan investasi dalam bentuk kombinasi instrumen saham dan obligasi pada portofolio investasinya.

Karena sebagian investasi pada reksadana ini dilakukan pada saham, maka risiko reksadana campuran relatif lebih tinggi dari dua jenis reksadana sebelumnya.

4. Reksadana Saham

Reksadana yang satu ini merupakan reksadana yang memiliki risiko paling tinggi, karena reksadana saham melakukan investasi paling sedikit 80% pada instrumen saham.

Meskipun memiliki risiko yang paling tinggi, tetapi reksadana saham mampu memberikan keuntungan yang lebih besar jika dilakukan dalam jangka panjang.

Keuntungan Investasi Reksadana

1. Dikelola Manajer Investasi

Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang tentu saja sudah ahli dan berpengalaman di pasar modal, sehingga Kamu tidak perlu repot-repot melakukan analisis pada investasi Kamu.

2. Investasi yang Terjangkau

Berinvestasi menggunakan reksadana dapat dilakukan dengan modal yang sangat terjangkau, mulai dari 10 ribu saja Kamu sudah bisa menjadi investor di pasar modal.

3. Risiko yang Relatif Rendah

Terdapat banyak pilihan jenis reksadana yang memiliki tingkat risiko rendah seperti reksadana pasar uang, sehingga Kamu bisa menyesuaikan tingkat risiko investasimu.

4. Transparansi

Manajer investasi akan selalu menyampaikan perkembangan investasi reksadana secara transparan, sehingga Kamu bisa merasa aman dan nyaman dalam berinvestasi.

Kamu bisa melihat reksadana yang Kamu beli akan diinvestasikan dalam bentuk instrumen apa saja dan kenaikan atau penurunan harga melalui aplikasi.

5. Mudah dan Praktis

Saat ini banyak sekali aplikasi reksadana yang bisa digunakan untuk berinvestasi secara online tanpa perlu repot-repot datang ke tempat sehingga transaksi sangat mudah dan praktis.

Selain itu, sebagian aplikasi juga memberikan fitur auto debit yang dapat memudahkan Kamu untuk terus menambah portofolio investasimu.

Risiko Investasi Reksadana

1. Risiko Penurunan Nilai

Reksadana masih memiliki risiko dari penurunan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih), sehingga nilai investasi Kamu bisa menurun yang dapat menyebabkan kerugian.

Penurunan nilai investasi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti perubahan suku bunga dan jatuhnya harga saham pada penyertaan investasi reksadana.

2. Risiko Likuiditas

Manajer investasi memiliki kewajiban penuh untuk membayar hasil investasi atas reksadana Kamu, namun tidak menutup kemungkinan adanya keterlambatan pembayaran.

Saat adanya pencairan dana dalam jumlah besar, manajer investasi bisa saja kesulitan menyiapkan dana untuk memenuhi permintaan penarikan Kamu.

Selain itu, terdapat juga jam bursa yang mana penjualan reksadana hanya bisa dilakukan pada hari kerja bursa (senin – jumat) dan diluar hari libur nasional.

3. Risiko Wanprestasi

Risiko wanprestasi adalah risiko yang paling buruk, risiko ini dapat terjadi apabila manajer investasi mengalami gagal bayar dalam memenuhi kewajibannya.

Hal-hal yang menyebabkan risiko wanprestasi terhadap reksadana meliputi pialang, bank kustodian, agen pembayaran dan perusahaan asuransi yang mengasuransikan investasi Kamu.

Rekomendasi Aplikasi Terbaik untuk Investasi Reksadana

Rekomendasi Aplikasi Terbaik untuk Investasi Reksadana

1. Bibit

Bibit merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh PT Bibit Tumbuh Bersama dan dikhususkan hanya untuk investasi reksadana saja.

Aplikasi ini memiliki user interface yang terlihat bersih dan sangat mudah dioperasikan, sehingga aplikasi Bibit ini digemari oleh investor pemula.

Selain itu, terdapat juga fitur AI Robo Advisor yang dapat merekomendasikan Kamu dalam pembelian reksadana berdasarkan profil risiko yang siap Kamu hadapi. Kamu hanya perlu mengisi beberapa pertanyaan kuisioner, dan Robo Advisor akan menyiapkan segalanya untukmu!

Terdapat juga fitur Autodebit untuk menabung rutin yang terintegrasi dengan Gopay dan Bank Jago dengan frekuensi harian, mingguan ataupun bulanan.

Kamu juga bisa mengaktifkan fitur Bibit Syariah untuk menyembunyikan reksadana non syariah dan hanya menampilkan reksadana syariah saja. Bibit bekerja sama dengan Stockbit untuk memberikan layanan terbaik, sehingga Kamu juga bisa melakukan pembelian SBN melalui aplikasi ini.

2. Bareksa

Bareksa adalah senior dalam hal marketplace reksadana di Indonesia, yang mendapat lisensi resmi sebagai agen penjual reksadana dari OJK sejak 2016.

Selain pembelian produk reksadana, Kamu juga melakukan investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Emas secara online melalui aplikasi Bareksa.

Bareksa juga memiliki fitur Robo Advisor yang dapat membantu Kamu dalam memulai investasi dengan profil risiko yang telah disesuaikan.

Bareksa juga sering memberikan promo-promo menarik seperti cashback top up reksadana menggunakan OVO, voucher reksadana dan beragam hadiah menarik lainnya.

3. Tanamduit

Tanamduit merupakan aplikasi investasi dengan fitur-fitur yang cukup lengkap, Kamu bisa melakukan pembelian reksadana, SBN, emas dan asuransi hanya dalam satu aplikasi.

Meskipun begitu, Tanamduit tidak menyediakan pilihan reksadana yang banyak seperti aplikasi-aplikasi lainnya. Selain itu, belum terdapat fitur Robo Advisor yang dapat membantu pemula dalam hal berinvestasi.

4. Ajaib

Aplikasi yang dikembangkan oleh PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Takjub Teknologi Indonesia mungkin lebih dikenal sebagai platform trading saham. Namun sebenarnya, Kamu juga bisa melakukan investasi reksadana melalui aplikasi ini.

Investor juga dapat menggunakan fitur Robo Advisor untuk merekomendasikan pembelian reksadana hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan kuisioner.

Ajaib mampu bersaing dengan aplikasi-aplikasi investasi lainnya, terutama setelah mereka merekrut artis drama korea Kim Seon Ho sebagai brand ambassador-nya di 2020 lalu.

5. IPOT

Sama seperti Ajaib, aplikasi IPOT lebih dikenal sebagai aplikasi jual-beli saham meskipun sebenarnya Kamu bisa melakukan pembelian reksadana melalui IPOTFUND. IPOTFUND memiliki cara kerja yang sama seperti aplikasi-aplikasi lainnya, yaitu sebagai marketplace produk-produk reksadana.

Melalui aplikasi ini, Kamu juga bisa membaca berita investasi secara lengkap dan akurat dengan riset yang mendalam. Terdapat juga fitur fund evaluator untuk memudahkan investor memilih reksa dana dengan kinerja terbaik.

Itulah 5 aplikasi terbaik untuk investasi reksadana secara online. Lebih lengkapnya, Kamu bisa mengunjungi halaman Portal Transaksi Online – OJK untuk melihat daftar aplikasi lainnya.

Aplikasi-aplikasi diatas memang terdaftar dan diawasi oleh OJK, tetapi Kamu perlu memikirkan risiko berinvestasi reksadana terlebih dahulu. Uangmu adalah tanggung jawabmu, jadi hati-hati dengan risiko berinvestasi dan jangan sampai menyesal di kemudian hari ya.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Komentar